<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gudangnya Madu Asli, Murni &#38; Berkualitas &#187; hepatitis</title>
	<atom:link href="http://gudangmadu.com/id/tag/hepatitis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gudangmadu.com/id</link>
	<description>Order Madu via BB, PIN: 266032A5, WhatsApp +6282122547430</description>
	<lastBuildDate>Fri, 26 Mar 2021 12:06:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>Hepatitis</title>
		<link>http://gudangmadu.com/id/hepatitis/</link>
		<comments>http://gudangmadu.com/id/hepatitis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Apr 2016 23:32:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GudangMadu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[hepatitis]]></category>
		<category><![CDATA[kuning]]></category>
		<category><![CDATA[madu]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman]]></category>
		<category><![CDATA[virus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangmadu.com/id/?p=1600</guid>
		<description><![CDATA[Bila tak diatasi, peradangan hati yang populer dengan nama hepatitis dapat menyebabkan kematian. Hepatitis adalah proses peradangan pada jaringan hati. Penyakit ini lebih dikenal dengan nama sakit liver atau sakit kuning. Meski demikian, istilah sakit kuning ini dapat menimbulkan kebingungan karena tidak semua sakit kuning disebabkan oleh radang hati. Dari sekian banyak faktor, virus yang]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Bila tak diatasi, peradangan hati yang populer dengan nama hepatitis dapat menyebabkan kematian. Hepatitis adalah proses peradangan pada jaringan hati. Penyakit ini lebih dikenal dengan nama sakit liver atau sakit kuning. Meski demikian, istilah sakit kuning ini dapat menimbulkan kebingungan karena tidak semua sakit kuning disebabkan oleh radang hati.</p>
<p>Dari sekian banyak faktor, virus yang menduduki peringkat pertama sebagai penyebab paling banyak penyakit hepatitis. Yang lainnya bisa disebabkan oleh bakteri, parasit, obat-obatan, bahan kimia yang merusak hati, alkohol, cacing, atau juga gizi yang buruk.</p>
<p>Menurut DR. Dr. Julitasari Sundoro, berdasar perjalanan penyakit, hepatitis dibedakan menjadi akut dan kronis. Disebut kronis bila hepatitis tersebut masih ada setelah enam bulan.  Ada lima macam hepatitis yang disebabkan virus, yakni virus hepatitis A (VHA), virus hepatitis B (VHB), virus hepatitis C (VHC atau Non-A non-B parenteral), virus hepatitis D (VHD), dan virus hepatitis E (VHE atau non-A Non-B enteric). Selain beberapa virus itu, sekarang ini bahkan sudah ada virus A-E yang menyebabkan penyakit hepatitis F dan G.</p>
<p>Prof. H. Ali Sulaiman, Guru Besar Penyakit Dalam FKUI, menyebutkan bahwa para penderita hepatitis yang sudah berada pada fase prodormal (sebelum badan menjadi kuning), biasanya mengalami gejala badan lemas, cepat lelah, lesu, tidak nafsu makan, mual, muntah, perasaan tidak enak dan nyeri di perut, demam dan kadang menggigil, sakit kepala, nyeri pada persendian, pegal di seluruh tubuh, terutama pinggang dan bahu, serta diare. Kadang penderita seperti akan pilek dan batuk dengan atau tanpa sakit tenggorokan.</p>
<p>Bila sudah sampai fase kuning (ikterik), penderita akan menemui air kencingnya berwarna kuning pekat seperti teh. Selain itu, bagian putih bola mata, selaput lendir langit-langit mulut, dan kulit berubah menjadi kekuningan. Dan bila terjadi hambatan aliran empedu yang masuk ke dalam usus, tinja akan berwarna pucat seperti dempul (feces acholis).</p>
<p><strong>Bersifat Simptomatik</strong></p>
<p>Namun, tidak semua hepatitis memiliki gejala seperti yang sudah disebut. Ada penderita hepatitis tanpa gejala sama sekali atau mungkin hanya dengan gejala ringan, dan ada yang benar-benar berat dalam waktu singkat yang kemudian diakhiri kematian.</p>
<p>Kalau demikian halnya, kita mesti hati-hati. Selain selalu membiasakan diri menjalani pola hidup sehat, lakukan pemeriksaan rutin ke dokter. Kalau ternyata diketahui mengidap penyakit hati, biasanya dokter akan memberikan obat.</p>
<p>Pengobatan oleh dokter, menurut Dr. Setiawan Dalimartha, umumnya bersifat simptomatik, yakni untuk meringankan gejala penyakit yang timbul selain sebagai terapi yang membantu kelangsungan fungsi hati.</p>
<p>Obat-obat tersebut umumnya bersifat hepatoprotektor (melindungi sel hati terhadap pengaruh zat beracun yang dapat merusak dengan memperbaiki dan meningkatkan regenerasi), lipotropik (meningkatkan mobilitas lemak dalam hati), kholeretik (meningkatkan produksi empedu oleh hati), dan kholagogum (meningkatkan pengosongan kandung empedu dan mengalirkannya ke dalam usus duabelas jari).</p>
<p>Bahan-bahan tanaman obat untuk membantu proses perbaikan fungsi hati biasanya bersifat hepatoprotektif. Bahan-bahan itu antara lain kurkumin yang bisa diperoleh dari temulawak dan kunyit, filantin dari meniran, silimarin dari widuran, aukubin dari daun sendok, g<em>lycyrrhisic acid</em> dari saga, minyak asiri dari bawang putih, krisofanol dari kelembak, gingerol dari jahe, wedelolakton dari urang-aring, andrografolid dari sambiloto, dan sianidol dari zat samak.</p>
<p><strong>Beberapa Contoh Ramuan </strong></p>
<p>Banyak resep ramuan tanaman obat, salah satunya dari Dr. Setiawan Dalimartha, bermanfaat untuk memperbaiki fungsi hati. Beberapa di antaranya disajikan karena bahan-bahannya mudah didapat. Namun, sebaiknya penderita tetap melakukan konsultasi pada dokter bila memakai resep-resep ini:</p>
<p>Ramuan 1</p>
<p>Bahan, satu jari batang brotowali, tiga gelas air, satu sendok makan madu.</p>
<p>Cara Membuat</p>
<p>Cucilah batang brotowali lalu potong-potong seperlunya. Rebuslah dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saringlah dan tambahkan sesendok madu. Minum dua kali sehari, masing-masing setengah gelas.</p>
<p><em><strong>Madu murni berkualitas tersedia di GudangMadu. Untuk order, bisa melalui BBM di 266032A5, 29E8E1DD. WhatsApp: 082122547430. Atau hubungi kami <a href="http://gudangmadu.com/id/?page_id=337" target="_blank">di sini</a>.</strong></em></p>
<p>Ramuan 2</p>
<p>Bahan yang diperlukan 9-15 gram batang bugenfil yang telah dikeringkan, tiga gelas air, satu sendok makan madu.</p>
<p>Cara Membuat</p>
<p>Setelah dibersihkan, potonglah batang bugenfil tipis-tipis. Masukkan dalam panci email sembari ditambah tiga gelas air. Rebus sampai airnya tersisa satu gelas. Setelah dingin, saringlah. Minumlah air saringan setelah ditambah madu. Air saringan diminum dua kali sehari, pagi dan sore, masing-masing setengah gelas.</p>
<p>Ramuan 3</p>
<p>Bahan, satu sendok makan biji pepaya, tiga jari tangan buah pepaya mengkal, madu secukupnya.</p>
<p>Cara Membuat</p>
<p>Biji dan buah pepaya diblender atau tumbuk bijinya sampai halus sementara buahnya diparut. Adonan tersebut dijadikan satu ditambah madu secukupnya, lalu diminum. Catatan: Wanita hamil dilarang minum ramuan ini karena bisa menyebabkan keguguran.</p>
<p>Ramuan 4</p>
<p>Bahan, dua jari rimpang segar temulawak,  madu secukupnya.</p>
<p>Cara Membuat</p>
<p>Rimpang temulawak dikupas kulitnya, lalu dicuci bersih. Bilas dengan air matang kemudian diparut. Tambahkan setengah cangkir air hangat dan satu sendok makan madu. Aduk merata lalu peras dan saringlah. Air saringan diminum sehari dua kali sehari.</p>
<p>Ramuan 5</p>
<p>Bahan satu jari rimpang kunyit, satu sendok makan madu.</p>
<p>Cara Membuat</p>
<p>Rimpang kunyit dicuci bersih lalu diparut. Tambahkan sedikit air pada parutan. Parutan kemudian disaring dan tambahkan madu. Minumlah tiga kali sehari. Dikutip dari <a href="http://health.kompas.com/read/2010/11/01/08085824/9.ramuan.atasi.hepatitis" target="_blank">Kompas edisi On Line</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangmadu.com/id/hepatitis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hepatitis A</title>
		<link>http://gudangmadu.com/id/hepatiti-a/</link>
		<comments>http://gudangmadu.com/id/hepatiti-a/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2015 22:36:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>GudangMadu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[hepatitis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangmadu.com/id/?p=1515</guid>
		<description><![CDATA[Di Bogor diberitakan hepatitis A berjangkit, dan dinilai sebagai kejadian luar biasa (KLB). Artinya angka jangkitan (incidence rate) melebihi keadaan biasa. Namun apapun keadaannya, ini terkait dengan sanitasi yang buruk, selain higiene perorangan yang jelek. Madu murni berkualitas tersedia di GudangMadu. Untuk order, bisa melalui BBM di 266032A5, 29E8E1DD. WhatsApp: 082122547430. Atau hubungi kami di sini.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Di Bogor diberitakan hepatitis A berjangkit, dan dinilai sebagai kejadian luar biasa (KLB). Artinya angka jangkitan (incidence rate) melebihi keadaan biasa. Namun apapun keadaannya, ini terkait dengan sanitasi yang buruk, selain higiene perorangan yang jelek.</p>
<p><em id="__mceDel"><em><strong>Madu murni berkualitas tersedia di GudangMadu. Untuk order, bisa melalui BBM di 266032A5, 29E8E1DD. WhatsApp: 082122547430. Atau hubungi kami <a href="http://gudangmadu.com/id/?page_id=337" target="_blank">di sini</a>.</strong></em></em></p>
<p>Hepatitis A ditularkan lewat mulut. Makanan dan minuman tercemar virus hepatitis A, sehingga organ hati meradang. Kita menyebutnya sakit kuning. Gejalanya demam, mual, muntah, dan gejala kuning. Awalnya kuning pada kulit, lalu pada putih mata, dan kencing berwarna air teh. Biasanya diobati atau tidak, akan menyembuh sendiri dalam satu-dua minggu, tanpa komplikasi, atau gejala sisa. Hanya fungsi hati masih belum normal penuh sampai beberapa bulan.</p>
<p>Berbeda dengan hepatitis B dan hepatitis C yang ditularkan lewat hubungan seks selain jarum suntik, jarum infus, tattoo, tindik, alat cukur, atau jarum akupunktur, hepatitis A bukan penyakit ganas. Dua jenis hepatitis yakni B dan C selalu berkomplikasi kerusakan hati (cirrhosis hepatis), kalau bukan kanker hati (carcinoma hepatis), selain sebagian kecil langsung merenggut nyawa. Jarang atau hampir tidak pernah hepatitis A sampai meninggal.</p>
<p>Dari mana virus hepatitis A datangnya? Dari lingkungan yang tidak bersih. Musim penghujan salah satu faktornya. Ketika banyak musim buah, khususnya rambutan dan duku, beberapa penyakit pencernaan berjangkit secara fecal-oral. Saat mengupas rambutan dan duku dengan cara langsung menggigit kulitnya, atau tangan memegang kulit buah, kemungkinan ada virus atau bibit penyakit lain yang sudah mencemari kulit buah itu. Bibit penyakit tertelan masuk mulut.</p>
<p>Dalam hal virus hepatitis A kemungkinan bisa saja terbawa oleh carrier penyakit hepatitis A, seperti halnya tifus (typhoid abdominalis). Bila seorang penjaja makanan mengidap virus hepatitis A atau kuman tifus tanpa dia sendiri sakit, kita menyebutnya sebagai carrier. Ia tidak sedang sakit, namun di tinjanya terkandung bibit penyakit, yang apabila higiene perorangannya jelek, maka akibat sehabis cebok tidak membasuh tangan, bibit penyakit itu melekat terbawa pada jemari tangannya. Kalau carrier ini sebagai penjaja makanan, khususnya jenis makanan dingin atau yang tidak dimasak seperti rujak, buah dingin, gado-gado, ketoprak, maka dengan cara itu penyakit carrier itu ditularkan oleh orang yang food-handler tersebut.</p>
<p>Maka apabila pada suatu kelompok masyarakat, seperti mahasiswa, yang biasa jajan di warung makanan yang sama, dan terjangkit penyakit yang sama secara berbarengan, kemungkinan sumber penularnya sama, yakni si penjaja warungnya, yang menjajakan makanannya dengan tangan atau food handler. Dan ini bisa saja terjadi di rumah sendiri, kalau ibu yang biasa menyiapkan makanan dengan tangan.</p>
<p>Dulu pernah diberitakan di IPB Bogor ketika saya masih dinas di Bogor tahun 80-an, berjangkit tifus ramai-ramai pada sekelompok mahasiswa. Setelah ditelisik, ternyata sumber penularnya warung makan yang sama.</p>
<p>Untuk terhindar dari kemungkinan tertular penyakit selama musim penghujan, hindari jenis jajanan khususnya yang dingin. Demikian pula cara mengupas buah rambutan atau duku, jangan dengan cara menggigit karena kita tidak tahu apa kulit buahnya sudah tercemar bibit penyakit. Faktor lain, selama tubuh kita sehat, kekebalan tubuh kuat, sekalipun tubuh dimasuki cemaran bibit penyakit, belum tentu kita jatuh sakit.</p>
<p>Namun memang kontrol pemerintah, dalam hal ini Dinas Kesehatan, masih belum sepenuhnya seperti di negara maju. Bahwa setiap restoran, terlebih warung makan, harus memenuhi persyaratan khusus, agar tidak berjangkit penyakit yang ditularkan secara fecal-oral (tinja ke mulut). Di kita masih terlihat meletakkan es batu di depan lantai kamar kecil, memegang makanan tanpa sarung tangan, bahkan sehabis memegang uang. Dikutip dari tulisan Dr. HANDRAWAN NADESUL.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangmadu.com/id/hepatiti-a/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
