<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gudangnya Madu Asli, Murni &#38; Berkualitas &#187; Admin</title>
	<atom:link href="http://gudangmadu.com/id/author/johanhikmat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gudangmadu.com/id</link>
	<description>Order Madu via BB, PIN: 266032A5, WhatsApp +6282122547430</description>
	<lastBuildDate>Fri, 26 Mar 2021 12:06:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>Minyak Telon</title>
		<link>http://gudangmadu.com/id/minyak-telon/</link>
		<comments>http://gudangmadu.com/id/minyak-telon/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Oct 2011 13:17:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Adji Suranto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangmadu.com/id/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tak kenal minyak telon? Semua ibu pasti sudah sangat mengenal minyak yang satu ini. Minyak telon memiliki aroma khas, dan sebagian besar bayi menggunakan minyak ini, sehingga aroma khasnya sering diidentikkan dengan bau bayi. Para ibu biasanya menggosokkan minyak ini pada sang bayi setelah mandi pagi dan sore atau saat cuaca tidak bersahabat. Tradisi penggunaan minyak]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span>Siapa yang tak kenal minyak telon? Semua ibu pasti sudah sangat mengenal minyak yang satu ini. Minyak telon memiliki aroma khas, dan sebagian besar bayi menggunakan minyak ini, sehingga aroma khasnya sering diidentikkan dengan bau bayi. Para ibu biasanya menggosokkan minyak ini pada sang bayi setelah mandi pagi dan sore atau saat cuaca tidak bersahabat. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span>Tradisi penggunaan minyak telon sudah sejak lama berlangsung di berbagai daerah di Indonesia. Minyak telon telah menjadi salah satu resep tradisional nenek moyang kita yang kita banggakan dan perlu dilestarikan. Hingga saat ini tradisi perawatan bayi menggunakan minyak telon masih berlangsung, ini menunjukkan bahwa resep dan ramuan tradisional Indonesia asli ini sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan bayi. Minyak telon biasanya digosokkan dengan telapak tangan bunda pada dada, perut, punggung, leher dan pinggang serta telapak kaki agar bayi merasakan manfaat dan kehangatannya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span>Uniknya kebiasaan menggosokkan minyak telon tampaknya hanya dilakukan oleh para ibu di Indonesia! Tradisi yang sudah turun temurun ini ternyata tidak ditinggalkan oleh para ibu.  </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span>Bayi perlu dibaluri minyak penghangat karena sistem pengaturan panas tubuh bayi belum sempurna, terutama pada awal kehidupan. Pada saat suhu sekitarnya dingin, bayipun mudah merasakan kedinginan dan bisa menggigil. Bila bayi kedinginan, kebutuhan kalorinya akan bertambah. Energinya akan berkurang karena digunakan untuk melawan rasa dingin. Energi yang semestinya digunakan untuk pertumbuhan bayi pun akhirnya diambil untuk menghangatkan badannya.  Pemberian minyak telon merupakan salah satu cara untuk mencegah bayi dari kedinginan, sehingga kalori yang digunakan bisa lebih dihemat dan bisa untuk pertumbuhan bayi. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Apakah minyak telon itu?</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span>Minyak telon adalah campuran 3 macam minyak. Kata telon berasal dari Bahasa Jawa yang berarti telu atau tiga. Minyak telon merupakan paduan dari minyak adas (Oleum Foeniculi), minyak kayu putih (Oleum Cajuputi), dan minyak kelapa (Oleum Cocos) dengan perbandingan tertentu. Ketiganya mempunyai fungsi yang berbeda dan khasiatnya bersinergi satu dengan yang lain.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span>Komposisi masing-masing minyak dalam minyak telon biasanya adalah 3:3:4. Minyak kelapa berfungsi sebagai minyak pembawa atau pelarut (carrier oil). Saat ini beberapa produsen minyak telon ada yang memproduksi minyak telon dengan komposisi yang berbeda, misalkan 1:1:3, ataupun menambah minyak lain sebagai campuran, seperti minyak esensial lavender, bahkan ada yang mengganti minyak kelapa dengan minyak Zaitun (olive oil). Namun tentunya kalau sudah ditambahkan minyak lain diluar formula yang telah dikenal turun temurun  manfaatnya akan berbeda dan aroma khas minyak telon tak tercium lagi.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Komposisi Minyak Telon</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span>Minyak telon telon merupakan campuran minyak adas, minyak kelapa, dan minyak kayu putih dengan masing- masing fungsi sebagai berikut:</span></p>
<p style="text-align: left;"><strong> 1. Minyak Adas </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span>Adas (Foeniculum vulgare Mill) adalah tumbuhan obat dari keluarga Apiacea. Minyak adas (oleum foeniculi, fennel oil) dibuat dari penyulingan buah adas. Adas mengandung minyak atsiri 1 &#8211; 6%, terdiri dari 50 &#8211; 60% anetol, lebih kurang 20% fenkon, pinen, limonen, dipenten, felandren, metilchavikol, anisaldehid, asam anisat, dan 12% minyak lemak. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span>Kandungan anetol yang menyebabkan adas memiliki aroma yang khas, sehingga para ibu sering menyebutnya &#8216;wangi bayi’.   </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span>Adas bermanfaat untuk mengobati sakit perut (mulas), perut kembung (karminatif), rasa penuh di lambung, mual, muntah, dan diare. Selain itu manfaat adas lainnya adalah untuk pengobatan batuk berdahak, asma, nyeri haid dan melancarkan ASI.<br />
</span></p>
<p style="text-align: left;"><strong>2. Minyak Kayu putih</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span>Kayu putih (Melaleuca leucadendron Linn) adalah tumbuhan obat dari keluarga Myrtaceae.  Minyak kayu putih (oleum cajeputi, cajuput oil) dibuat dari penyulingan daun atau ranting pohon kayu putih<a title="Ranting (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ranting&amp;action=edit&amp;redlink=1">.</a></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span>Kandungan minyak kayu putih adalah eukaliptol (1,8-cineol), α-terpineol dan ester asetatnya, α-pinen, dan limonen.</span></p>
<p><span>Minyak kayu putih bersifat antibakteri, antijamur, insektisida, analgesik ringan, ekspektoran, anti neuralgik, karminatif dan diaphoretik. </span></p>
<p><span>Minyak kayu putih pada umumnya digunakan sebagai obat gosok untuk mengobati rheumatik, nyeri otot dan sendi. Khasiatnya lainnya adalah untuk menghangatkan tubuh, melemaskan otot, mencegah dan mengobati perut kembung.                          </span></p>
<p><strong>3. Minyak Kelapa  </strong></p>
<p><span>Minyak kelapa murni (virgin coconut oil) adalah minyak kelapa yang dibuat dari bahan baku buah kelapa segar (Cocos nucifera Linn), diproses dengan pemanasan terkontrol atau tanpa pemanasan  dan tanpa penambahan bahan kimia.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span>Minyak kelapa murni mengandung air dan asam lemak bebas yang rendah, berwarna bening, dan berbau harum. Minyak kelapa murni mengandung asam laurat yang bersifat antibiotik, anti bakteri dan anti jamur.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span>Minyak kelapa sering dijadikan bahan baku perawatan tubuh dan rambut, karena dapat menghaluskan kulit dan menjaga kelembaban kulit. Minyak kelapa juga dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit kulit seperti eksim.      </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span>Minyak kelapa murni mempunyai kualitas yang lebih baik bila dibandingkan dengan minyak kelapa biasa (minyak goreng). </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span>Minyak kelapa dalam minyak telon berfungsi sebagai pelarut minyak adas dan kayu putih, sehingga dihasilkan campuran yang lembut (minyak pembawa, carrier oil).</span></p>
<p><span>Khasiat Minyak Telon</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span>Minyak telon bermanfaat untuk mencegah dan mengobati perut kembung pada bayi dan memberikan rasa hangat pada bayi. Selain itu minyak telon dapat meringankan gejala kolik/ mulas pada bayi.<br />
</span></p>
<p><strong>Cara Pemakaian </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span>Minyak telon dioleskan pada dada, perut, punggung, dan telapak kaki bayi. Sebaiknya digunakan setelah mandi, saat udara dingin, atau bila dianggap perlu. Setelah dioleskan ibu dapat melakukan belaian atau pijatan ringan pada bayi. Dengan pijatan ini dapat tercipta ikatan kasih sayang ibu-bayi, memberi kehangatan bayi, memberi rasa aman bayi dan masih banyak manfaat lainnya untuk kesehatan bayi.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span>Demikianlah sekilas penjelasan tentang minyak telon dan manfaatnya untuk kesehatan sang buah hati. Semoga tradisi positif ini yang merupakan warisan berharga dari nenek moyang kita tetap terpelihara.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangmadu.com/id/minyak-telon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Trigona Spp dan Propolis</title>
		<link>http://gudangmadu.com/id/trigona-spp-dan-propolis/</link>
		<comments>http://gudangmadu.com/id/trigona-spp-dan-propolis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Oct 2011 12:35:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Propolis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangmadu.com/id/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis Oleh :  Oleh Ahmad Turamsili, Co-founder GudangMadu Hari Selasa yang lalu, bertepatan dengan tanggal 15 Pebruari 2011 penulis dengan menumpang sebuah sedan milik seorang kawan meluncur ke sebuah kawasan perbukitan di daerah Kabupaten Bogor. Hanya satu tujuan yaitu melakukan panen perdana di peternakan lebah Trigona Spp. Trigona Spp merupakan jenis lebah penghasil madu yang]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><span><img class="alignleft" title="Ahmad Turamsili" src="http://gudangmadu.com/cop/images/stories/agam.jpg" alt="Co-Founder GudangMadu" width="107" height="160" />Ditulis Oleh :  Oleh Ahmad Turamsili, Co-founder GudangMadu</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span>Hari Selasa yang lalu, bertepatan dengan tanggal 15 Pebruari 2011 penulis dengan menumpang sebuah sedan milik seorang kawan meluncur ke sebuah kawasan perbukitan di daerah Kabupaten Bogor. Hanya satu tujuan yaitu melakukan panen perdana di peternakan lebah Trigona Spp.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span>Trigona Spp merupakan jenis lebah penghasil madu yang tidak bersengat (stingless bee honey). Populasinya banyak ditemukan di wilayah Indonesia termasuk di Jawa Barat. Koloni Trigona Spp menghasilkan madu kira-kira 100-200 ml setiap tiga bulan, tentu bergantung pada ketersediaan pakan atau sumber nektar di sekitar. Rasa madu yang diproduksi oleh lebah Trigona Spp biasanya asam, meski ada pula yang pahit dan manis.  Selain menghasilkan madu, Trigona Spp juga menghasilkan polen serta propolis. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span>Sedangkan propolis dihasilkan Trigona Spp 100-200 gram per tiga bulan. Propolis yang dihasilkan lebah Trigona Spp sesungguhnya memiliki berbagai kandungan yang penting. Beberapa pengamat perlebahan bahkan menaruh perhatian serius terhadap produk yang dihasilkan lebah jenis ini. Ada juga yang menyebutkan bahwa propolis yang dihasilkan mampu mengobati berbagai penyakit berat seperti kanker, darah tinggi, jantung juga DM.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span>Melihat manfaat yang terkandung di dalamnya, maka kami berkomitmen untuk membudidayakan lebah Trigona Spp untuk mendukung ketersediaan raw propolis sebagai bahan baku guna men-supply kebutuhan masyarakat akan ekstrak propolis yang bermutu dan layak dipercaya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span>Sekitar jam 7 pagi kami sudah tiba di lokasi peternakan. Ada 800-an koloni lebah Trigona Spp yang dibudidayakan di sana. Cuaca sangat kondusif untuk berkeliling di areal peternakan seluas 110 hektar. Ada dua blok yang kami kunjungi, sebagian koloni sudah memasuki tahap pemanenan. Hasilnya di luar perkiraan kami sebelumnya, membuat impian semakin dekat saja rasanya. Kami memproyeksikan untuk memiliki sepuluh ribu koloni hingga akhir tahun 2015, insya Allah. Proyeksi yang wajar melihat ketersediaan pakan lebah yang berlimpah dan luasnya lahan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span>Mimpi yang lain adalah: membuka tempat rekreasi yg mendidik, wisata perlebahan. Areal yang cukup luas, jarak yang tidak terlalu jauh dari pusat kota dan sarana penunjang lain yang tersedia membuat kami yakin bahwa wisata model ini akan menjadi pilihan bagi keluarga mau pun lembaga pendidikan.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span>Tak terasa waktu semakin siang, usai shalat dan makan nasi bungkus -berbekal buah alpukat, pisang tanduk dan jeruk limau hasil kebun – kami pun segera kembali ke Jakarta. Agenda berikutnya adalah mengupayakan bagaimana mengekstrak raw propolis menjadi propolis yang siap untuk dikonsumsi, wallahua’lam.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangmadu.com/id/trigona-spp-dan-propolis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dampak Kerja Lembur Bagi Kesehatan</title>
		<link>http://gudangmadu.com/id/dampak-kerja-lembur-bagi-kesehatan/</link>
		<comments>http://gudangmadu.com/id/dampak-kerja-lembur-bagi-kesehatan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2011 23:57:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penulis Tamu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangmadu.com/id/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Apakah Anda termasuk orang yang senang bekerja? Bahkan melebihi jam yang sudah ditetapkan alias lembur? Tahukah Anda, bekerja dalam waktu yang panjang hampir tiap hari dapat mempengaruhi kesehatan. Bekerja lembur memang menghasilkan banyak keuntungan, dari pekerjaan lebih efisien, bisa mendukung percepatan karier, hingga tambahan penghasilan. Tapi tidak untuk kesehatan si pekerja. Bukan hanya soal “kewarasan”]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span>Apakah Anda termasuk orang yang senang bekerja? Bahkan melebihi jam yang sudah ditetapkan alias lembur? Tahukah Anda, bekerja dalam waktu yang panjang hampir tiap hari dapat mempengaruhi kesehatan.</span></p>
<p align="justify"><span><a name="more"></a>Bekerja lembur memang menghasilkan banyak keuntungan, dari pekerjaan lebih efisien, bisa mendukung percepatan karier, hingga tambahan penghasilan. Tapi tidak untuk kesehatan si pekerja. Bukan hanya soal “kewarasan” orang akibat mengganggu pola tidur, tapi juga membahayakan kesehatan jantung.</span></p>
<p align="justify"><span>Demikian hasil sebuah penelitian yang dipublikasikan European Heart Journal edisi Mei. Diduga hal ini terutama terjadi karena kerja lembur memaksa jantung untuk bekerja keras terus-menerus.</span></p>
<p><span><br />
</span></p>
<p align="justify"><span>Berdasarkan riset terbaru di Inggris, orang yang sering bekerja lembur dengan menghabiskan waktu 10 hingga 11 jam sehari berisiko lebih tinggi mengalami sakit jantung. Kesimpulan itu adalah hasil analisa studi terhadap 6.000 pekerja sipil di Inggris yang dipublikasikan dalam European Heart Journal edisi online. Dalam laporan itu disebutkan, mereka yang menambah waktu tiga hingga empat jam sehari untuk bekerja lembur berisiko 60 persen lebih tinggi menderita sakit jantung. Angka ini muncul setelah memperhitungkan berbagai risiko penyakit, termasuk kebiasaan merokok. Dari data studi terungkap, ada 369 kasus kematian responden akibat penyakit jantung. Mereka meninggal akibat mengalami serangan jantung ataupun angina pectoris. Jumlah waktu yang dihabiskan saat lembur pun memiliki kaitan erat dalam banyak kasus.</span></p>
<p align="justify"><strong>Mereka yang Lebih Berisiko</strong></p>
<p align="justify"><span>Bekerja terlalu keras membuat jantung seperti dawai gitar yang ditarik dengan keras. Berdasarkan penelitian Virtanen, memang ada sejumlah hal yang menjelaskan hubungan ini.</span></p>
<ol>
<li>
<p align="justify"><span>Pekerja yang sering bekerja lembur umumnya adalah mereka dengan kepribadian tipe A. Jenis pribadi ini cenderung agresif, kompetitif, gampang tegang, sangat peduli akan waktu, dan umumnya gampang naik darah.</span></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><span>Stres psikologis yang muncul bersamaan dengan depresi dan kecemasan mungkin akibat tidak cukup tidur atau tak cukup istirahat sebelum pergi tidur.</span></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><span>Ada tekanan darah tinggi yang berhubungan dengan stres kerja yang tersembunyi. Masalah ini tak muncul saat checkup medis.</span></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><span>Pekerja yang sering bekerja lembur sering kali tetap bekerja ketika sakit, tak mempedulikan gejala masalah kesehatan, dan tidak pergi dokter untuk mengobati penyakitnya.</span></p>
</li>
<li>
<p align="justify"><span>Pengalaman stres yang kronis (sering kali berhubungan dengan lamanya waktu bekerja) bisa berdampak pada proses metabolisme dalam tubuh.</span></p>
<p>&nbsp;</li>
</ol>
<p align="justify"><span>Sementara itu, Gordon Mclnnes, Profesor Farmakologi Klinis dari Universitas Glaslow Western Infirmay temuan ini memiliki manfaat yang amat luas, termasuk bagi para dokter guna menilai risiko munculnya penyakit jantung pasien. &#8220;Jika efek itu benar berhubungan, penting untuk kerja lembur dikurangi sedini mungkin. Pasalnya jelas ada kontribusinya pada penyakit jantung,&#8221; ujarnya. </span></p>
<p align="justify"><span>Sedangkan menurut sebuah penelitian, risiko menderita penyakit jantung iskemik pada para pekerja wanita meningkat akibat adanya tekanan pekerjaan yang terlalu berat. Penyakit jantung iskemik sering disebut sebagai &#8216;silent kiler&#8217; . banyak di antara penderita tidak menyadari bahwa mereka mengidap penyakit ini karena mereka tidak mengalami gejala.</span></p>
<p>Studi penelitian terdahulu telah menyebutkan adanya keterkaitan antara stres di tempat kerja dan risiko penyakit jantung. Akan tetapi kebanyakan studi ini hanya berfokus pada kalangan pria.</p>
<p align="justify"><span>Dalam jurnal Occupational and Environmental Medicine, para peneliti yang berasal dari Glostrup University Hospital di Denmark meneliti sekitar 12.000 wanita berusia 45 hingga 64 tahun.  Riset yang merupakan bagian dari Danish Nurse Cohort Study ini mengobservasi responden selama 15 tahun (1993 hingga 2008). </span></p>
<p align="justify"><span>Para perawat ini mengisi kuisioner mengenai kesehatan, gaya hidup, dan pekerjaan. Para peneliti memasukkan faktor-faktor yaitu tekanan pekerjaan, lingkungan kerja psikososial pengaruh kerja, karakteristik pekerjaan seperti tingkat aktivitas fisik saat melakukan pekerjaan, faktor biologis dan sikap seperti merokok, indeks massa tubuh, meminum alkohol dan riwayat penyakit genetik.</span></p>
<p align="justify"><span>Sebanyak 60 persen dari para perawat yang diwawancara menyatakan bahwa tekanan pekerjaan mereka sangat tinggi atau agak tinggi. Selama penelitian ini berlangsung, 580 wanita dirawat di rumah sakit karena terkena penyakit jantung iskemik.</span></p>
<p>Dari studi ini didapatkan bahwa para perawat yang menyatakan bahwa tingkat stres pekerjaan mereka sangat tinggi hampir 50 persen di antaranya mengalami peningkatan risiko penyakit jantung iskemik dibandingkan dengan para wanita yang tingkat stres pekerjaannya masih dalam tahap sedang-sedang saja. Usia juga merupakan faktor utama di mana para peneliti mendapatkan pada para perawat berusia dibawah 51 tahun yang mempunyai risiko penyakit jantung meningkat dengan signifikan.</p>
<p align="justify"><span>Sementara riset lain dilakukan di New York terhadap 2.200 pekerja pria dan wanita. Mereka disurvei mengenai pekerjaan dan efeknya terhadap kestabilan kejiwaan. Rata-rata jam kerja dalam seminggu adalah 40 jam. Riset tersebut membuktikan, para pekerja yang memiliki jam kerja lebih lama dari standar biasanya mengalami masalah dalam kejiwaannya. Tak hanya berpengaruh pada menurunnya kinerja, mental para pekerja pun bisa menjadi taruhannya. Seperti yang dikutip dari reuters, Dr. Marianna Virtanen, sang peneliti, mengungkap bahwa waktu kerja yang panjang berpengaruh pada fungsi kognitif seseorang.</span></p>
<p align="justify"><span>Saat hal itu berlangsung lama, maka akan berpengaruh pada kesehatan jiwa para pekerja tersebut. Para pekerja yang memiliki jam kerja 55 jam mengalami penurunan kestabilan yang parah dalam lima tahun. Para ahli menilai, temuan ini membawa sebuah pesan akan pentingnya keseimbangan antara hidup dan pekerjaan bagi kesehatan.</span></p>
<p align="justify"><span>Agen Penelitian Kanker Internasional (IARC) baru-baru ini memutuskan untuk memasukkan poin mengenai bekerja pada malam hari ke dalam daftar pekerjaan beresiko kanker. Dalam dafar tersebut juga termasuk sinar ultraviolet, karbon hitam, mesin pembuangan uap, zat-zat pewarna berbahaya, dan sebagainya.</span></p>
<p align="justify"><span>Ilmuwan Jepang dari University of Occupational and Environmental Health mengadakan sebuah eksperimen. Mereka mengamati 14.000 orang selama 10 tahun. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa karyawan yang bekerja dengan jam kerja fleksibel lebih banyak menderita kanker prostat dibanding mereka yang bekerja dengan jam kerja standar.</span></p>
<p>Pakar Denmark dari Institute of Cancer Epidemiology memeriksa 7.000 wanita berusia 30 hingga 54 tahun. Diketahui bahwa para wanita yang bekerja setidaknya selama enam bulan lamanya pada malam hari memiliki peluang lebih tinggi mengidap tumor payudara. <span><br />
</span></p>
<p align="justify"><span>Richard Stevens, seorang professor dari Connecticut University Health Center merupakan ilmuwan pertama yang mengamati interkoneksi antara bekerja malam hari dan kanker payudara pada tahun 1987. </span></p>
<p align="justify"><span>Ilmuwan menyelidiki alasan merebaknya kanker payudara pada tahun 1930-an, di mana saat itu banyak perusahaan yang mulai menetapkan 24 jam kerja penuh sehari dengan mempekerjakan wanita sebagai buruh siang dan malam.</span></p>
<p align="justify"><span>Seorang manusia merupakan mahkluk yang hidup pada siang hari. Bekerja pada malam hari dan tidur saat siang hari mengganggu bioritme harian dan rentan terkena berbagai penyakit.</span></p>
<p>Organisme manusia memproduksi melatonin, yaitu hormon tidur, pada malam hari. Hormon ini mengatur ritme biologis sama seperti hormon-hormon lainnya. Apabila seseorang tidak tidur pada malam hari, sistem akan mengalami penyimpangan. Gaya hidup malam hari membuat sulit diri sendiri.</p>
<p align="justify"><span>Penduduk di wilayah utara sering menderita polar tension syndrome (sindrom yang sering dialami penduduk kutub utara), yang diakibatkan musim dingin gelap yang panjang, kurangnya vitamin, kondisi iklim yang buruk dan musim panas yang sangat jarang. Kekurangan sinar matahari merupakan cobaan serius bagi seorang manusia. Akan menyebabkan depresi, seringkali tidak diketahui oleh si penderita. </span></p>
<p align="justify"><span>Konsekuensi negatif bekerja malam hari tidak berakhir di sini. Nausea, gangguan lambung, sakit perut, diare dan hilangnya nafsu makan merupakan berbagai keluhan umum yang sering dialami karyawan yang bekerja malam.</span></p>
<p><span>Riset mengungkapkan jika interupsi terhadap jadwal tubuh alami menyebabkan penurunan leptin, hormon yang mengatur berat badan. Menurut para ahli, penurunan kadar leptin dapat mengakibatkan peningkatan selera makan dua kali lipat, dengan aktivitas tak terlalu banyak tentu akan mempercepat kegemukan hingga obesitas. Sebagai tambahan, riset juga menunjukkan terjadinya perubahan kadar gula darah dan tingkat insulin yang menghasilkan toleransi melemah terhadap glukosa. Itu artinya mengurangi sensitifitas insulin.</span></p>
<p>Padahal, fakta dalam riset, para partisipan yang mengikuti penelitian tidak pernah memiliki riwayat diabetes sebelumnya. Namun setelah mengikuti sejumlah tes jadwal kerja malam, tubuh mereka mulai membentuk kadar glukosa mirip seperti pada pasien diabetes juga peningkatan tekanan darah.</p>
<p align="justify"><span>Puncak perubahan hormon tersebut ditandai ketika jadwal partisipan benar-benar berada 12 jam penuh di luar siklus istirahat-aktivitas alami manusia- yakni jadwal di mana tubuh alami seharusnya tidur tapi mereka tetap terjaga sepanjang malam. </span></p>
<p align="justify"><strong>Sebenarnya bagaimanakah yang termasuk dengan kerja lembur?</strong></p>
<p align="justify"><span>Sesuai dengan KEP. 102/MEN/VI/2004 pasal 1, waktu kerja lembur adalah waktu kerja yang melebihi 7 (tujuh) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu atau 8 (delapan) jam sehari, dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) harikerja dalam 1 (satu) minggu atau waktu kerja pada hari istirahat mingguan dan atau pada hari libur resmi yang ditetapkan Pemerintah.</span></p>
<p align="justify"><span>Jadi pada perusahaan yang menerapkan 5 hari kerja, maka waktu kerja yang seharusnya berlangsung setiap harinya adalah 8 jam. Tanpa ditentukan apakah jam kerja akan dimulai pada jam 7 pagi, 8 atau 9 pagi. Hanya ditentukan waktu kerja berlangsung selama 8 jam. Apabila karyawan bekerja lebih dari 8 jam, maka ia berhak mendapatkan upah kerja lembur. Waktu kerja lembur pun hanya dapat dilakukan paling banyak 3 (tiga) jam dalam 1 (satu) hari dan 14 (empat belas) jam dalam 1 (satu) minggu. Namun hal ini tidak termasuk kerja lembur yang dilakukan pada waktu istirahat mingguan atau hari libur resmi.</span></p>
<p align="justify"><span>Seorang karyawan dapat melakukan kerja lembur dengan maksimal 14 jam dalam satu minggu (terhitung Senin hingga Jumat). Lembur pada akhir minggu atau pada hari libur resmi memilik perhitungannya sendiri. Beberapa perusahaan kadang mempekerjakan karyawannya lebih dari 14 jam lembur namun hanya membayarkan upah lembur untuk 14 jam saja. Hal ini jelas tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku.</span></p>
<p align="justify"><span>Namun tidak semua karyawan yang lembur harus mendapatkan upah lembur. Dalam pasal 4 dikatakan bahwa mereka yang memiliki tanggung jawab sebagai pemikir, perencana, pelaksana dan pengendali jalannya perusahaan, waktu kerjanya tidak dapat dibatasi menurut waktu kerja yang ditetapkan perusahaan.</span></p>
<p align="justify"><span>Idealnya lembur dilaksanakan berdasarkan permintaan dari pengusaha dan persetujuan tertulis dari karyawan. Lembur tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan keinginan satu pihak. Terlalu sering lembur bukan berarti Anda akan dianggap karyawan yang loyal. Justru Anda bisa dicap lamban dalam menyelesaikan pekerjaan. Dan tidak mampu bekerja on time.</span></p>
<p align="justify"><span>Debra Benton, ahli strategi karir dari Fort Collins Colorado, memberikan sarannya agar Anda dapat menghindari lembur. Berikut tipsnya:</span></p>
<p align="justify"><strong>Buat prioritas </strong></p>
<p align="justify"><span>Buatlah skala prioritas dalam mengerjakan tugas. Lakukan tugas yang cukup berat dan penting di pagi hari, saat Anda masih dalam kondisi masih segera. Kemudian lakukan tugas berikutnya sesuai prioritas yang Anda tentukan. Hingga saat jam kerja berakhir, tugas Anda hari itu pun tuntas pula.</span></p>
<p align="justify"><strong>Majukan deadline </strong></p>
<p align="justify"><span>Untuk menjamin bahwa Anda tidak akan lembur, majukan deadline dari jadwal biasanya. Kalau deadline biasa jam 5 majukan jam 4 atau jam 3. Untuk mengejarnya, kalau perlu datanglah lebih cepat dari waktu biasa.</span></p>
<p align="justify"><strong>Hindari hal-hal yang mengganggu</strong></p>
<p align="justify"><span>Efektifkan waktu Anda setiap hari dari hal-hal mengganggu yang akan memangkas waktu Anda. Ngerumpi dengan teman kantor, ngobrol di telepon atau chatting di internet, harus Anda hindari saat jam-jam sibuk. Jika ada yang menginterupsi waktu Anda dengan hal tersebut katakan dengan tegas bahwa Anda sedang sibuk. Agar lawan bicara tak tersinggung tawarkan waktu saat istirahat.</span></p>
<p align="justify"><strong>Rapat sebelum istirahat </strong></p>
<p align="justify"><span>Jika Anda berwenang memimpin rapat, lakukan sekitar jam 11:00. Karena biasanya jam 11 merupakan saat-saat menjelang makan siang dan orang lebih suka bicara langsung ke sasaran tanpa basa-basi lagi.</span></p>
<p align="justify"><strong>Bijak memanfaatkan teknologi </strong></p>
<p align="justify"><span>Akan sangat bijak jika selama di kantor Anda mematikan ponsel atau tak terlalu asyik berikirim sms, berimel dan chatting. Kecuali tentu saja untuk urusan pekerjaan. Karena tanpa sadar, hanya dengan berkirim SMS misalnya, waktu anda sudah tersita cukup banyak.</span></p>
<p align="justify"><strong>Istirahat secukupnya </strong></p>
<p align="justify"><span>Manfaatkan waktu istirahat dengan baik. Makan siang bersama teman-teman merupakan kegiatan yang pas Anda lakukan saat jam istirahat. Karena makan siang akan menambah energi dan semangat Anda untuk bekerja. Tapi saat jam istirahat usai, segeralah kembali ke kantor. Jangan larut dalam obrolan yang tidak perlu. Toh waktu satu jam cukup kan untuk makan siang sambil bersosialisasi? Ya, keseimbangan di antara hidup dan bekerja memang penting. Jangan pernah memaksakan diri untuk bekerja ketika stamina tubuh sudah tidak terlalu fit. Ketika Anda sakit malah Anda tidak dapat bekerja. Kesehatan tidak murah kan ?<br />
</span></p>
<hr />
<p align="justify"> <span><span><img title="dr. Meti" src="http://gudangmadu.com/images/stories/drmeti.png" alt="dr. Meti" width="100" height="99" border="0" hspace="6" /></span></span></p>
<p align="justify"><span>METI METIANI, lahir di Bandung pada tanggal 16 Nopember 1985. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter umum pada Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung pada tahun 2009. Saat ini bekerja di Poliklinik 24 Jam Tubagus Ismail, praktek di Auraku Skin Care dan Melinda Hospital.</span></p>
<p align="justify"> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="justify"> </p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangmadu.com/id/dampak-kerja-lembur-bagi-kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sirsak, Tanaman Ajaib yang Kaya Manfaat</title>
		<link>http://gudangmadu.com/id/sirsak-tanaman-ajaib-yang-kaya-manfaat/</link>
		<comments>http://gudangmadu.com/id/sirsak-tanaman-ajaib-yang-kaya-manfaat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2011 08:53:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Adji Suranto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gudangmadu.com/id/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tak kenal sirsak? Tentu kita semua pasti mengenal buah yang satu ini. Dari banyak manfaat sirsak yang di Brasil dan Portugis disebut dengan nama graviola atau nama Inggrisnya soursop ini ternyata memiliki khasiat sebagai obat kanker alami yang luar biasa. Penelitian oleh Health Sciences Institute terhadap suku Indian yang hidup di hutan Amazon]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p align="JUSTIFY"><span>Siapa yang tak kenal sirsak? Tentu kita semua pasti mengenal buah yang satu ini. Dari banyak manfaat sirsak yang di Brasil dan Portugis disebut dengan nama graviola atau nama Inggrisnya soursop ini ternyata memiliki khasiat sebagai obat kanker alami yang luar biasa. </span></p>
<p align="JUSTIFY"><span >Penelitian oleh Health Sciences Institute terhadap suku Indian yang hidup di hutan Amazon menunjukkan bahwa tanaman sirsak, baik kulit kayu, akar, daun, daging buah maupun bijinya selama kurun waktu berabad-abad ternyata telah menjadi obat aneka penyakit bagi suku Indian. Riset yang dilakukan oleh para Ilmuwan menunjukkan bahwa sirsak mampu membunuh sel kanker dengan kekuatan 10.000 kali lebih kuat dari obat kanker adriamycin. </span></p>
<p align="JUSTIFY"><span>Selain sebagai obat kanker, ternyata masih banyak khasiat sirsak yang lain yaitu sebagai anti bakteri, antivirus, antioksidan, antijamur, antiparasit, antihipertensi, anti diabetes mellitus (kencing manis), antistres, dan lain-lain. Tak heran bila zuurzak alias si kantung asam kini mendapatkan julukan buah ajaib yang ampuh menumpas aneka penyakit dari bisul hingga kanker. </span></p>
<p align="JUSTIFY"><span >Sejarah Sirsak</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span >Tanaman sirsak berasal dari Amerika Tropis, tengah dan selatan yaitu sekitar Peru, Argentina, hutan Amazon dan kepulauan Karibia. Di wilayah asalnya sirsak merupakan buah penting dan bergengsi. Sirsak adalah salah satu pohon buah yang pertama kali dikenalkan ke dunia lama setelah Columbus menemukan Amerika, setelah itu orang-orang Spanyol membawanya ke Filipina. Di wilayah Hindia Barat buah ini disebut dengan nama buah nona. Dari Hindia Barat, orang-orang Spanyol dan Portugis membawa sirsak hingga akhirnya ke Mexico Selatan. Akhirnya sirsak menyebar hampir di seluruh wilayah tropis dunia, dari Amerika Selatan, Cuba, Mexico, Sri Lanka, Asia Tenggara sampai Polinesia. </span></p>
<p align="JUSTIFY"><span >Di Mexico dan Colombia buah sirsak merupakan buah yang dikonsumsi sehari-hari sebagai pencuci mulut, atau sebagai minuman yang dinamakan agua fresca. Di Colombia buah ini lazim digunakan untuk membuat jus dicampur dengan susu. Es krim dan buah potong sirsak juga sangat populer di sana. Di Vietnam sirsak biasa digunakan untuk membuat smoothies (sejenis minuman). Di Malaysia buah sirsak umumnya dikonsumsi setelah buahnya masak. Biasanya buah dipetik setelah tua dan dibiarkan masak di tempat yang gelap. Di Filipina buah sirsak muda yang bijinya masih lembut digunakan sebagai sayuran. Sedangkan buah tua yang masih keras dibuat menjadi kue yang lezat rasa dan aromanya. Sedangkan di Indonesia sirsak umumnya dikonsumsi sebagai buah segar, dibuat jus, sirup, selai sirsak, permen sirsak, atau yang lebih popular lagi dibuat dodol sirsak. </span></p>
<p align="JUSTIFY"><span>Penduduk asli Guyana menggunakan teh daun atau kulit kayu sirsak sebagai obat penenang dan tonik jantung. Penduduk Brazil Amazon menggunakan teh daun sirsak untuk mengobati gangguan hati, sedangkan minyak dari daun serta buah sirsak yang belum masak dicampur dengan minyak zaitun digunakan sebagai obat luar untuk penyakit neuralgia, rematik dan nyeri arthritis. Di Brazil sirsak juga digunakan untuk obat bisul, bronkitis, penyakit jantung, diabetes mellitus, disentri, demam, penyakit hati, penyakit saraf dan cacingan.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span>Di Jamaica dan Haiti buah atau jus buah sirsak digunakan untuk mengobati demam, penyakit parasit, pelancar ASI dan diare. Adapun kulit kayu atau daunnya digunakan sebagai obat batuk, flu, asma, hipertensi, dan penyakit parasit. Di Malaysia sirsak digunakan untuk pengobatan hipertensi, batuk, bisul, diare, penyakit kulit dan rematik. Di Indonesia sirsak secara tradisional digunakan sebagai obat bisul, mual, diare, hepatitis, batuk, rematik dan hipertensi.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span>Kandungan Sirsak</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span>Buah sirsak merupakan salah satu jenis buah terbesar yang bisa dimakan di muka bumi. Buah sirsak ada yang mencapai berat 7 kg perbuahnya. Kandungan buah sirsak antara lain berupa serat dan vitamin. Komposisi rata-rata satu buah sirsak adalah 67.5% daging buah, 20 % kulit buah, 8.5% biji dan 4% poros tengah buah (empulur). Kandungan gula dalam sirsak sekitar 68% dari seluruh bagian padat daging buahnya terdiri dari sukrosa 2.54%, dekstrosa 5.05% dan levulosa 0.04%. Selain itu sirsak juga mengandung berbagai jenis vitamin antara lain vitamin A, B dan vitamin C. Kandungan lainnya adalah mineral berupa kalsium dan fosfor.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gudangmadu.com/id/sirsak-tanaman-ajaib-yang-kaya-manfaat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
